Hobi dan peluang kerja.

Hobimu apa?

Itu pertanyaan yang mungkin sering ditanyakan baik ketika kita ngobrol dengan sahabat baru, saat di sekolah dulu atau saat kamu tengah interview untuk mengisi lowongan kerja di suatu perusahaan.
Tanpa disadari pertanyaan hobi ini bisa jadi menjadi nilai plus yang membuat dirimu diterima di sebuah perusahaan yang mungkin tidak terkait sama sekali dengan posisi yang akan kamu tempati di perusahaan tersebut.

Sebuah perusahaan tentu sangat senang apabila memiliki seorang staf yang memiliki multi talenta, selain memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidang yang akan ditempatinya.

Seorang akunting tentu kompetensi utama yang diperlukan adalah dia lulusan di sekolah akuntansi, menguasai seluk beluk di bidang akuntansi dan mampu menyajikan laporan keuangan bagi perusahaan tempatnya bekerja. Tapi taukah kamu apabila dari sekian orang yang melamar ternyata kamu memiliki hobi nge-MC atau nyanyi misalnya, dan itu bukan hanya sekedar hobi tapi kamu tekuni selama ini, akan menjadi nilai plus buat dirimu untuk diterima di tempat itu, karena bisa saja perusahaan ternyata sering mengadakan kegiatan yang memerlukan keahlianmu itu, sehingga perusahaan tidak perlu lagi mencari dari luar.

Demikian juga ketika kamu melamar untuk jadi SPG/SPB misalnya, kamu memiliki hobi foto dan videografi yang hasilnya kamu bisa tunjukan lewat akun Instagram mu kepada orang yang menginterviewmu, bisa jadi karena hal itu kamu menjadi pilihan untuk diterima dibanding pelamar lainnya, karena perusahaan ternyata ingin meningkatkan brand awareness mereka di sosial media dengan konten foto dan video yang menarik, kalau seperti ini bukan hanya kamu memiliki keunggulan dari pelamar lain, tapi kamu juga memiliki kesempatan mendapatkan gaji yang lebih menarik karena hobimu itu.

Tidak peduli posisi apa yang akan kamu tempati dan hobi apapun yang kamu tekuni selama itu positif teruslah asah, karena siapa tau suatu saat hobi itu akan menyelamatkan mu setelah sekian lama kamu mencari pekerjaan.

Apa hobi mu?

#work #hobby #loker #salesadvisor #akunting #digitalmarketing #dewatacomm

7 stake holder dalam sebuah bisnis.

Dalam setiap organisasi perusahaan kita pasti akan menemui 7 bagian yang merupakan stake holder suatu perusahaan agar bisa eksis. Ketujuh stake holder tersebut yaitu :

  1. Owner/Pemilik usaha
  2. Karyawan
  3. Investor
  4. Suplier
  5. Konsumen
  6. Masyarakat luas
  7. Pemerintah
Dari ketujuh stake holder yang saya sebutkan tadi ada yang merupakan internal stakeholder yaitu poin no 1 dan 2, ada yang merupakan external stake holder yaitu poin no 3 s/d 7. Ketujuh stake holder ini harus untung agar perusahaan bisa tumbuh secara berkelanjutan (sustainable), kehilangan dukungan dari dua atau lebih stake holder ini akan membuat usaha kita tidak akan berkembang atau bahkan mengalami kemunduran.

Sebagai contoh bila konsumen merasa rugi tentu tidak akan ada yang datang lagi ke toko kita, bila suplier tidak dibayarkan tepat waktu support produk yang diberikan ke kita juga akan tersendat atau bahkan tidak ada sama sekali, contoh lainnya bila masyarakat merasa keberadaan usaha kita merugikan mereka akan timbul penolakan terhadap keberadaan usaha kita.

So,Make Him happy your bisnis will runing well.
Banyak hal yang bisa membuat masing-masing stake holder tidak happy, yang tentunya semua itu saling berkaitan, customer ketika mendapatkan pelayanan yang buruk tentu dia akan kecewa dan kemungkinan tidak kembali lagi, syukur hanya dia yang tidak kembali, dijaman sosial media seperti saat ini, kekecewaan seorang customer bisa merembet ke customer lain atau bahkan calon customer kita yang belum pernah bertransaksi dengan kita yang mungkin hanya mengenal brand kita karena mereka sering lewat di unit usaha kita atau melihat iklan kita di media. Pelayanan yang buruk yang dialami oleh customer tersebut tentu ada banyak faktor yang bisa menyebabkan, entah itu karena frontliner kita sedang badmood atau ada masalah di internal keluarganya atau memang kondisi internal usaha kita yang membuat dia kurang antusias, memahami faktor-faktor yang menyebabkan kejadian tersebut lebih penting daripada kejadian itu sendiri.

Kejelian seorang leader atau pemimpin didalam mendiagnosa penyebab terjadinya penurunan kwalitas pelayanan sangat penting sama seperti seorang dokter mendiagnosa pasiennya sebelum sang dokter memberi resep pada pasiennya. Ketika customer kita tidak puas mereka tidak akan datang lagi, ketika mereka tidak datang lagi menyebabkan omset kita turun, ketika omset turun cashflow terganggu, ketika cashflow terganggu pembayaran ke suplier tertunda, semua menjadi suatu lingkaran yang mesti diselesaikan dari hulunya.

Kita sebagai owner/ pemilik perusahaan yang merupakan salah satu dari tujuh stake holder yang saya sebutkan di atas tentu sangat berkepentingan dengan hal ini, yang mana owner akan happy apabila perusahaannya mendapatkan keuntungan yang pantas dan ketika perusahaan mendapatkan keuntungan yang pantas tentunya perusahaan akan mampu berkontribusi bagi masyarakat luas dari apa yang telah diraihnya, bagaimana perusahaan bisa berkontribusi bagi masyarakat luas apabila usahanya masih merugi, sebuah hil yang mustahal bukan. Contoh lainnya yaitu pemerintah sebagai salah satu stakeholder juga mesti happy dengan keberadaan usaha kita, bila kita melanggar kebijakan atau aturan resmi pemerintah, mereka tentu memiliki wewenang untuk menegur atau bahkan menutup usaha kita.

Untuk mewujudkan semua hal ini tentu dibutuhkan kerja keras dan komitmen dari semua pihak terutama di internal perusahaan itu sendiri, sehingga ketujuh stake holder semuanya merasa happy, semoga dengan kerja keras, anda bisa membuat ketujuh stake holder dalam perusahaan anda Happy.
(Repost tulisan tahun 2016)

LIFE BEGINS AT 40

Bulan ini tepatnya tanggal 10 Februari tepat 40th umur saya, dalam perjalanan kehidupan saya yang sudah berkepala empat ini banyak hal yang sudah saya alami, dan tentunya masih banyak pula yang belum saya lewati, walau mungkin pengalaman hidup setiap orang berbeda-beda dan begitu juga tantangan dan rintangan yang kita lalui juga tentu berbeda-beda tapi dalam perjalanan empat puluh tahun ini, saya memperhatikan ada 3 area yang perlu menjadi perhatian kita agar memiliki kesuksesan yang ideal.

Pertama Area Keharmonisan (Harmoni), Kedua Kesehatan (Healthy), dan Ketiga Kekayaan/kemakmuran (Prosperity),

yang mana ketika dalam perjalanan kehidupan kita ketiga hal ini saya yakini pasti akan berkaitan satu dengan yang lainnya sehingga kita tidak bisa hanya berfocus pada satu hal saja. Setiap orang tentu menginginkan dirinya sukses yang mana oleh kebanyakan orang sering kali kesuksesan itu dinilai dengan kekayaan yang dimiliki, tapi saya yakin kesuksesan itu tidak semata mata hanya diukur dari sisi kekayaan yang kita miliki saja, karena saya yakin kita tidak akan mampu menggapai kekayaan seperti yang kita harapkan tanpa adanya keharmonisan di didalam keluarga kita, keharmonisan didalam team yang kita pimpin, keharmonisan antara kita dengan alam, lingkungan sosial kita dan harmonis dengan sang pencipta kita, yang mana di Bali hal ini sering disebut TRI HITA KARANA.

Demikian juga kekayaan itu tidak akan pernah kita gapai kalau saja kita tidak memiliki kesehatan fisik dan mental yang menjadi modal utama kita untuk bekerja dan berusaha agar kita mampu mengumpulkan pundi pundi kekayaan yang kita harapkan, karena bagaimana mungkin kita bisa bekerja dan berusaha dengan maksimal kalau kesehatan kita sering terganggu. Didalam perjalanan empat puluh tahun hidup saya, yang kebanyakan orang-orang sukses dalam biografinya sering membaginya kedalam periode 20 tahunan masa kehidupannya, jadi kalau mengacu hal tersebut saat ini saya sudah memasuki periode ke tiga didalam fase kehidupan saya, yang mana dari rata-rata usia seseorang hidup diperkirakan berumur antara 70-80th maka saya memiliki waktu setengah  lagi untuk mampu berkarya dan memberi dampak kepada dunia sesuai dengan misi pribadi saya untuk mampu MENGINSPIRASI dan BERKONTRIBUSI dari apa yang saya gapai.

Didalam perjalanan kehidupan kita tentu akan ada pasang surut dalam perjalanannya, ada suka ada duka, kadang susah kadang senang, adakalanya kita tidak bergairah tapi tentu lebih sering kita merasa fit dan bugar, dalam hal keuangan ada kalanya kita dalam situasi ekonomi yang boleh dikatakan kaya penuh dengan uang, tapi disuatu masa kita merasa jatuh miskin dengan tanpa uang sepeserpun di kantong walau aset yang kita miliki banyak, seperti apa yang pernah dialami oleh Donald Trump Triliuner property yang saat ini sebagai presiden Amerika Serikat seperti apa yang dikisahkannya di salah satu bukunya bahwasanya di suatu masa di tahun 90an disaat dia berjalan di suatu malam disaat kondisi keuangannya sedang kacau dia berseloroh dengan istrinya bahwa dia saat itu merasa lebih miskin dari seorang gelandangan yang mereka lihat di jalanan saat itu, walau asetnya banyak tapi dia tidak memiliki uang dengan hutang yang menumpuk (bagi seorang triliuner tentu kalaupun dia memiliki satu juta dolar itu bisa diartikan dengan tidak punya uang). Setiap saat ada dinamika naik turun dalam kehidupan kita, seperti halnya pergantian musim didalam siklus alam ini semua itu tentu akan kita alami tanpa bisa kita mampu untuk menolaknya. apa yang saya alami dalam empat puluh tahun perjalanan saya tentu masih biasa-biasa saja bagi orang lain, atau bahkan mungkin mereka nilai sangat berat dan penuh rintangan bagi sebagian orang yang lainnya, tergantung dari di level mana kita menjalani kehidupan kita.

Suatu ketika saya membaca biografi orang sukses di negeri ini, di usianya yang masih muda dia sudah memiliki kekayaan yang sangat lumayan tetapi disuatu masa dia harus kehilangan segalanya, Prof. Datuk Tahir pemilik Mayapada Group yang seorang Philanthrofist yang bersama Bill Gates yang lama menjadi Orang terkaya No.1 di dunia sebelum digantikan oleh Jeff Bezos pemilik Amazon.com, Tahir menyumbangkan kekayaannya triliunan rupiah kedalam Yayasan yang istri Bill Gates kelola untuk digunakan menolong sesama yang membutuhkan bantuan terutama berkaitan dengan kesehatan dan pendidikan, Prof.Datuk Tahir dalam Biografinya mengisahkan bagaimana bisnisnya jatuh bangun seperti diceritakan saat dia memiliki dealer Mobil Suzuki yang mana suatu ketika tiba-tiba saja dari pihak Principle menghentikan kerjasama pendistribusian produk tersebut melalui dealer sehingga dari investasi yang sudah dibenamkan di puluhan cabang dealer mobilnya harus menanggung hutang yang tidak sedikit di Bank asing, bahkan dia yang seorang menantu Mochtar Riady yang kita kenal dengan LIPPO Group nya pun mengalami masa-masa pasang surut dalam kehidupannya.

Setiap orang tentu berbeda beda pencapaiannya dilihat dari segi usia mereka saat menggapai kesuksesannya, ada yang sudah mampu menggapai kesuksesannya di usia yang masih sangat muda dibawah 30th ada juga yang menggapai puncak kesuksesannya saat dia beranjak usia 50th, kita tentu sudah tidak asing lagi dengan KFC, Kolonel Sanders yang nama aslinya Harland Sanders sang pendiri KFC baru bisa menemukan bidang yang membuatnya dikenal sampai saat ini ketika dia berusia 65th. Sang pendiri Apple dalam perjalanan hidupnya juga mengalami pasang surut, suatu ketika dia bahkan harus tersisih dari perusahaan yang dia bangun dan membuat perusahaan baru bernama NeXT yang pada akhirnya dibeli oleh Apple dan membawa steve jobs ke perusahaannya semula, setelah puluhan tahun ia harus tersingkir dari perusahaan pertamanya Apple.

Dalam perjalanan 40th kehidupan saya ini ada satu pelajaran penting yang dapat saya petik yaitu :
⏺Pertama, yang utama yang harus selalu kita ingat yaitu KELUARGA sebagai PENOPANG UTAMA kita disaat kita goyah agar bisa tetap tegak berdiri melanjutkan perjalanan kehidupan kita, entah kita mengalami krisis berkaitan dengan Keharmonisan, Kesehatan, atau Keuangan
⏺Kedua didalam perjalanan naik turunnya kehidupan kita, ada hal lain yang harus selalu kita ingat, agar kita selalu berpegang teguh pada prinsip hidup dengan tetap memiliki KARAKTER orang-orang hebat yaitu INTEGRITAS. Tidak peduli kita sedang di puncak kesuksesan atau di dasar jurang kegagalan. Karena satu-satunya hal yang akan diingat orang saat kita berusaha untuk bangkit adalah kita memiliki integritas.
⏺Ketiga hal yang tidak kalah pentingnya adalah dalam perjalanan kehidupan kita seringkali kita sudah berusaha yang terbaik agar apa yang menjadi visi kita bisa kita wujudkan tapi adakalanya hal itu mungkin belum saatnya untuk terwujud saat ini, tetaplah memiliki keyakinan bahwa tuhan selalu akan memberikan terbaik untuk kita, jaga diri kita agar selalu BERSYUKUR.

Dalam usaha kita menggapai kesuksesan saya yakin kita tidak akan bisa memuaskan semua orang tapi dengan berpegang teguh pada prinsip etika moral yang ada, segala hal yang tidak memuaskan bagi sebagian orang karena mungkin saking kerasnya usaha kita mendorong organisasi yang kita pimpin dalam usaha menggapai visi organisasi kita, sehingga membuat tidak nyaman bagi mereka, semua itu akan terjawabkan oleh pencapaian yang kita raih nantinya.

Tidak peduli seberapa sukses kita dalam hal keuangan itu tidak ada gunanya sebelum kita memberi dampak kepada lingkungan kita, tidak peduli seberapa sukses kita saat ini, sekecil apapun dampak yang mampu kita ciptakan akan sangat berarti, dengan misi berkontribusi, dalam perjalanan 40th hidup saya ini, saya merasa masih sangat jauh dari apa yang saya harapkan, tapi saya yakin dengan keinginan yang kuat, semesta akan memberikan jalan agar apa yang menjadi cita-cita luhur tersebut mampu kita capai.

Sebagai penutup tulisan ini saya ada satu quotes yang mungkin bisa menjadi inspirasi anda untuk maju :

“Jadilah seorang pembelajar,
jangan lupa praktekkan,
dan ketika ada kegagalan dalam prosesnya, itulah pembelajaran yang sebenarnya dalam hidup ini.”
***LIFE BEGINS AT 40***

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!