PEMILU mengajarkan kita sebuah OPTIMISME

Seminggu lagi tepatnya 17 April 2019 seluruh rakyat indonesia yang sudah memiliki hak pilih akan berkesempatan untuk menggunakan hak pilihnya untuk memilih Presiden beserta wakilnya, serta anggota DPR mulai dari tingkat DPRD Tk II sampai DPR RI.

Riuh masa kampanye sebentar lagi usai, bagaimana beberapa bulan ini kita menyaksikan kemeriahan dan kehebohan masing-masing paslon beserta partisipannya setiap hari kita saksikan baik di televisi ataupun di sosial media, dengan bumbu berita Hoax yang setiap hari berseliweran dihadapan kita.

Ada satu hal yang patut kita ambil POSITIF nya dari perhelatan 5 tahunan ini adalah bagaimana seorang pemimpin menularkan OPTIMISME mereka kepada konstituen mereka walau mungkin diawal awal elaktibilitas pribadi atau partai mereka cukup rendah.

Seperti yang kita bisa perhatikan bagaimana seorang Capres Prabowo Subianto yang maju untuk yang ke tiga kalinya tidak patah semangat atau kehilangan optimisme walau yang dihadapi seorang pertahana sekelas Presiden Jokowi yang kinerjanya sudah terbukti untuk pembangunan insfrastruktur yang sangat masif di semua wilayah di indonesia.

Atau bisa juga kita lihat bagaimana OPTIMISME dari partai baru mulai dari PSI atau PERINDO yang maju dengan penuh optimisme menjalaninya walau mereka harus berjuang melewati Parliamentary Threshold/PT 4 persen, tapi pemimpin-pemimpin mereka seperti Sis Grace Natalie ataupun Harry Tanoe terus membangun dan menebarkan virus optimisme mereka kepada kader- kader mereka di seluruh indonesia, walaupun dari survey terakhir elaktibilitas mereka masih jauh dibawah ambang batas 4 persen.

Melihat hal itu dari sisi seorang pengusaha saya perhatikan sebagai seorang pemimpin perusahaan kita semua sepatutnya melihat sisi positif dari pemimpin-pemimpin yang maju sebagai Capres/Cawapres ataupun pemimpin dari partai baru tadi, yang mana adakalanya perusahaan yang kita pimpin menghadapi tantangan- tantangan yang mungkin lumayan menguras energi pikiran kita, apalagi di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) saat ini. Yang kesemuanya itu pastinya hanya kita sebagai pelaku usaha itu sendirilah yang tau detail tantangan yang kita hadapi, yang mana lebih dominan dari yang lainnya.

OPTIMISME dan KEPERCAYAAN DIRI seorang pemimpin akan mampu mengubah situasi dari hal yang tadinya kelihatan mustahil bisa berbalik arah menjadi sebuah prestasi dan membawa diri dan teamnya mampu keluar dari kesulitan dan meraih prestasi, yang saya yakini seperti yang tertulis di budaya perusahaan kami yaitu kita mesti memiliki INTEGRITAS, FOCUS, DISIPLIN dan KOMITMEN didalam menjalaninya sehingga apa yang menjadi Visi dan Misi kita bisa tercapai.

OPTIMISME membutuhkan ENERGI, energi seorang pemimpinlah yang akan mampu mendorong gerbong perusahaan mereka untuk mencapai tujuan yang ingin mereka tuju, energi seorang pemimpin akan mampu menyalakan lilin optimisme dari teamnya untuk terus bergerak menghadapi whirlwind atau angin topan baik yang berasal dari internal perusahaan atau dari luar perusahaan kita, karena saya yakin whirlwind dari dalam jauh lebih dahsyat daripada whirlwind atau angin topan dari luar, seperti kata pepatah lama “Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh”.

Walau dalam konteks politik sering kita lihat sebuah kemenangan diraih dengan mengorbankan integritas tapi kita tidak perlu focus dalam hal itu biarlah alam yang menyeleksi kedepannya kalaupun sebuah pencapaian dicapai tanpa adanya integritas dalam mencapainya, sebagaimana kita lihat dalam agenda politik pemilihan kepala daerah di ibukota belum lama ini, karena sebuah kemenangan tanpa integritas bukanlah sebuah kemenangan yang diharapkan (sebenarnya) karena saya yakin didalam hati nurani yang paling dalam hal itu akan bertentangan dengan hati nurani kita.

Demikian halnya sebagai seorang pengusaha, tentunya kita sebagai pengusaha berharap mampu menyenangkan sebanyak mungkin orang yang terlibat (stakeholder) didalam bisnis kita, entah itu : Suplier, Konsumen, Pemerintah, Masyarakat, Investor atau Team yang kita ajak untuk membesarkan usaha yang kita miliki. Namun adakalanya kita tidak mampu menyenangkan semua pihak yang terlibat dalam bisnis kita, tapi sepanjang hal baik lebih dominan yang kita berikan, hasilnya tentu juga sebuah prestasi yang baik pula akan didapatkan.

Mari kita sambut PESTA DEMOKRASI ini dengan PENUH OPTIMISME , bahwa kita penentu nasib bangsa kita kedepannya, jangan GOLPUT, saya sering menganalogikan Golput itu sama halnya seperti kita saat jalan-jalan di akhir pekan, dan kita ingin banget makan Ikan Bakar Jimbaran tapi ketika sopir nanya :
“Mau makan dimana?”
Jawabnya : “Terserah!”
Ketika sopir ngajak kita ke Warung padang kita mengeluh …kok nasi padang lagi….he he he

Udah?…Udah?

Hobi dan peluang kerja.

Hobimu apa?

Itu pertanyaan yang mungkin sering ditanyakan baik ketika kita ngobrol dengan sahabat baru, saat di sekolah dulu atau saat kamu tengah interview untuk mengisi lowongan kerja di suatu perusahaan.
Tanpa disadari pertanyaan hobi ini bisa jadi menjadi nilai plus yang membuat dirimu diterima di sebuah perusahaan yang mungkin tidak terkait sama sekali dengan posisi yang akan kamu tempati di perusahaan tersebut.

Sebuah perusahaan tentu sangat senang apabila memiliki seorang staf yang memiliki multi talenta, selain memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidang yang akan ditempatinya.

Seorang akunting tentu kompetensi utama yang diperlukan adalah dia lulusan di sekolah akuntansi, menguasai seluk beluk di bidang akuntansi dan mampu menyajikan laporan keuangan bagi perusahaan tempatnya bekerja. Tapi taukah kamu apabila dari sekian orang yang melamar ternyata kamu memiliki hobi nge-MC atau nyanyi misalnya, dan itu bukan hanya sekedar hobi tapi kamu tekuni selama ini, akan menjadi nilai plus buat dirimu untuk diterima di tempat itu, karena bisa saja perusahaan ternyata sering mengadakan kegiatan yang memerlukan keahlianmu itu, sehingga perusahaan tidak perlu lagi mencari dari luar.

Demikian juga ketika kamu melamar untuk jadi SPG/SPB misalnya, kamu memiliki hobi foto dan videografi yang hasilnya kamu bisa tunjukan lewat akun Instagram mu kepada orang yang menginterviewmu, bisa jadi karena hal itu kamu menjadi pilihan untuk diterima dibanding pelamar lainnya, karena perusahaan ternyata ingin meningkatkan brand awareness mereka di sosial media dengan konten foto dan video yang menarik, kalau seperti ini bukan hanya kamu memiliki keunggulan dari pelamar lain, tapi kamu juga memiliki kesempatan mendapatkan gaji yang lebih menarik karena hobimu itu.

Tidak peduli posisi apa yang akan kamu tempati dan hobi apapun yang kamu tekuni selama itu positif teruslah asah, karena siapa tau suatu saat hobi itu akan menyelamatkan mu setelah sekian lama kamu mencari pekerjaan.

Apa hobi mu?

#work #hobby #loker #salesadvisor #akunting #digitalmarketing #dewatacomm

LIFE BEGINS AT 40

Bulan ini tepatnya tanggal 10 Februari tepat 40th umur saya, dalam perjalanan kehidupan saya yang sudah berkepala empat ini banyak hal yang sudah saya alami, dan tentunya masih banyak pula yang belum saya lewati, walau mungkin pengalaman hidup setiap orang berbeda-beda dan begitu juga tantangan dan rintangan yang kita lalui juga tentu berbeda-beda tapi dalam perjalanan empat puluh tahun ini, saya memperhatikan ada 3 area yang perlu menjadi perhatian kita agar memiliki kesuksesan yang ideal.

Pertama Area Keharmonisan (Harmoni), Kedua Kesehatan (Healthy), dan Ketiga Kekayaan/kemakmuran (Prosperity),

yang mana ketika dalam perjalanan kehidupan kita ketiga hal ini saya yakini pasti akan berkaitan satu dengan yang lainnya sehingga kita tidak bisa hanya berfocus pada satu hal saja. Setiap orang tentu menginginkan dirinya sukses yang mana oleh kebanyakan orang sering kali kesuksesan itu dinilai dengan kekayaan yang dimiliki, tapi saya yakin kesuksesan itu tidak semata mata hanya diukur dari sisi kekayaan yang kita miliki saja, karena saya yakin kita tidak akan mampu menggapai kekayaan seperti yang kita harapkan tanpa adanya keharmonisan di didalam keluarga kita, keharmonisan didalam team yang kita pimpin, keharmonisan antara kita dengan alam, lingkungan sosial kita dan harmonis dengan sang pencipta kita, yang mana di Bali hal ini sering disebut TRI HITA KARANA.

Demikian juga kekayaan itu tidak akan pernah kita gapai kalau saja kita tidak memiliki kesehatan fisik dan mental yang menjadi modal utama kita untuk bekerja dan berusaha agar kita mampu mengumpulkan pundi pundi kekayaan yang kita harapkan, karena bagaimana mungkin kita bisa bekerja dan berusaha dengan maksimal kalau kesehatan kita sering terganggu. Didalam perjalanan empat puluh tahun hidup saya, yang kebanyakan orang-orang sukses dalam biografinya sering membaginya kedalam periode 20 tahunan masa kehidupannya, jadi kalau mengacu hal tersebut saat ini saya sudah memasuki periode ke tiga didalam fase kehidupan saya, yang mana dari rata-rata usia seseorang hidup diperkirakan berumur antara 70-80th maka saya memiliki waktu setengah  lagi untuk mampu berkarya dan memberi dampak kepada dunia sesuai dengan misi pribadi saya untuk mampu MENGINSPIRASI dan BERKONTRIBUSI dari apa yang saya gapai.

Didalam perjalanan kehidupan kita tentu akan ada pasang surut dalam perjalanannya, ada suka ada duka, kadang susah kadang senang, adakalanya kita tidak bergairah tapi tentu lebih sering kita merasa fit dan bugar, dalam hal keuangan ada kalanya kita dalam situasi ekonomi yang boleh dikatakan kaya penuh dengan uang, tapi disuatu masa kita merasa jatuh miskin dengan tanpa uang sepeserpun di kantong walau aset yang kita miliki banyak, seperti apa yang pernah dialami oleh Donald Trump Triliuner property yang saat ini sebagai presiden Amerika Serikat seperti apa yang dikisahkannya di salah satu bukunya bahwasanya di suatu masa di tahun 90an disaat dia berjalan di suatu malam disaat kondisi keuangannya sedang kacau dia berseloroh dengan istrinya bahwa dia saat itu merasa lebih miskin dari seorang gelandangan yang mereka lihat di jalanan saat itu, walau asetnya banyak tapi dia tidak memiliki uang dengan hutang yang menumpuk (bagi seorang triliuner tentu kalaupun dia memiliki satu juta dolar itu bisa diartikan dengan tidak punya uang). Setiap saat ada dinamika naik turun dalam kehidupan kita, seperti halnya pergantian musim didalam siklus alam ini semua itu tentu akan kita alami tanpa bisa kita mampu untuk menolaknya. apa yang saya alami dalam empat puluh tahun perjalanan saya tentu masih biasa-biasa saja bagi orang lain, atau bahkan mungkin mereka nilai sangat berat dan penuh rintangan bagi sebagian orang yang lainnya, tergantung dari di level mana kita menjalani kehidupan kita.

Suatu ketika saya membaca biografi orang sukses di negeri ini, di usianya yang masih muda dia sudah memiliki kekayaan yang sangat lumayan tetapi disuatu masa dia harus kehilangan segalanya, Prof. Datuk Tahir pemilik Mayapada Group yang seorang Philanthrofist yang bersama Bill Gates yang lama menjadi Orang terkaya No.1 di dunia sebelum digantikan oleh Jeff Bezos pemilik Amazon.com, Tahir menyumbangkan kekayaannya triliunan rupiah kedalam Yayasan yang istri Bill Gates kelola untuk digunakan menolong sesama yang membutuhkan bantuan terutama berkaitan dengan kesehatan dan pendidikan, Prof.Datuk Tahir dalam Biografinya mengisahkan bagaimana bisnisnya jatuh bangun seperti diceritakan saat dia memiliki dealer Mobil Suzuki yang mana suatu ketika tiba-tiba saja dari pihak Principle menghentikan kerjasama pendistribusian produk tersebut melalui dealer sehingga dari investasi yang sudah dibenamkan di puluhan cabang dealer mobilnya harus menanggung hutang yang tidak sedikit di Bank asing, bahkan dia yang seorang menantu Mochtar Riady yang kita kenal dengan LIPPO Group nya pun mengalami masa-masa pasang surut dalam kehidupannya.

Setiap orang tentu berbeda beda pencapaiannya dilihat dari segi usia mereka saat menggapai kesuksesannya, ada yang sudah mampu menggapai kesuksesannya di usia yang masih sangat muda dibawah 30th ada juga yang menggapai puncak kesuksesannya saat dia beranjak usia 50th, kita tentu sudah tidak asing lagi dengan KFC, Kolonel Sanders yang nama aslinya Harland Sanders sang pendiri KFC baru bisa menemukan bidang yang membuatnya dikenal sampai saat ini ketika dia berusia 65th. Sang pendiri Apple dalam perjalanan hidupnya juga mengalami pasang surut, suatu ketika dia bahkan harus tersisih dari perusahaan yang dia bangun dan membuat perusahaan baru bernama NeXT yang pada akhirnya dibeli oleh Apple dan membawa steve jobs ke perusahaannya semula, setelah puluhan tahun ia harus tersingkir dari perusahaan pertamanya Apple.

Dalam perjalanan 40th kehidupan saya ini ada satu pelajaran penting yang dapat saya petik yaitu :
⏺Pertama, yang utama yang harus selalu kita ingat yaitu KELUARGA sebagai PENOPANG UTAMA kita disaat kita goyah agar bisa tetap tegak berdiri melanjutkan perjalanan kehidupan kita, entah kita mengalami krisis berkaitan dengan Keharmonisan, Kesehatan, atau Keuangan
⏺Kedua didalam perjalanan naik turunnya kehidupan kita, ada hal lain yang harus selalu kita ingat, agar kita selalu berpegang teguh pada prinsip hidup dengan tetap memiliki KARAKTER orang-orang hebat yaitu INTEGRITAS. Tidak peduli kita sedang di puncak kesuksesan atau di dasar jurang kegagalan. Karena satu-satunya hal yang akan diingat orang saat kita berusaha untuk bangkit adalah kita memiliki integritas.
⏺Ketiga hal yang tidak kalah pentingnya adalah dalam perjalanan kehidupan kita seringkali kita sudah berusaha yang terbaik agar apa yang menjadi visi kita bisa kita wujudkan tapi adakalanya hal itu mungkin belum saatnya untuk terwujud saat ini, tetaplah memiliki keyakinan bahwa tuhan selalu akan memberikan terbaik untuk kita, jaga diri kita agar selalu BERSYUKUR.

Dalam usaha kita menggapai kesuksesan saya yakin kita tidak akan bisa memuaskan semua orang tapi dengan berpegang teguh pada prinsip etika moral yang ada, segala hal yang tidak memuaskan bagi sebagian orang karena mungkin saking kerasnya usaha kita mendorong organisasi yang kita pimpin dalam usaha menggapai visi organisasi kita, sehingga membuat tidak nyaman bagi mereka, semua itu akan terjawabkan oleh pencapaian yang kita raih nantinya.

Tidak peduli seberapa sukses kita dalam hal keuangan itu tidak ada gunanya sebelum kita memberi dampak kepada lingkungan kita, tidak peduli seberapa sukses kita saat ini, sekecil apapun dampak yang mampu kita ciptakan akan sangat berarti, dengan misi berkontribusi, dalam perjalanan 40th hidup saya ini, saya merasa masih sangat jauh dari apa yang saya harapkan, tapi saya yakin dengan keinginan yang kuat, semesta akan memberikan jalan agar apa yang menjadi cita-cita luhur tersebut mampu kita capai.

Sebagai penutup tulisan ini saya ada satu quotes yang mungkin bisa menjadi inspirasi anda untuk maju :

“Jadilah seorang pembelajar,
jangan lupa praktekkan,
dan ketika ada kegagalan dalam prosesnya, itulah pembelajaran yang sebenarnya dalam hidup ini.”
***LIFE BEGINS AT 40***

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!